Sekitar Maret 2008, kami sekeluarga ingin mengajak anak-anak ke daerah Lembang dengan tujuan utama Ciater. Berangkat pagi dari Cibitung melewati tol cikampek keluar Subang menyusuri hutan Jati yang ..wuiiih . Singkat cerita perjalanan ke Ciater cukup atraktif. Anak-anak dan keluarga enjoy menikmatinya. Begitu pula di Sari Ater, berendam air panas, main air, foto-foto sampai jajan dan makan. Namun saya bukan mau cerita tentang wisata air panas Ciater, tetapi aktifitas setelah itu.
Dari Ciater kami belok kiri ke arah Bandung, tujuannya ingin ke Tangkuban Perahu. Melalui jalan berkelok-kelok di apit Hutan Pinus.... hmmm sungguh mengasikkan. Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh Tangkuban Perahu penuh kabut dan pekat, sehingga jarak pandang sangat-sangat terbatas. Jadi sekitar jam 15.30 itu kami tidak jadi ke Tangkuban Perahu.
Naah dari arah Lembang menuju Bandung kita bisa lihat banyak perkebunan2 termasuk tulisan "Kebun Stroberi --> 500m". Waaaah kebun stroberi? Maka muncul-lah ide CARI KEBUN STROBERI !. Pelan2 lihat papan petunjuk kiri dan kanan. Ada beberapa plang sih... tapi waktu lihat jalannya yg kecil & berbatu - yaah ngga jadi deh .... cari lagiii. Sampai ke pertigaan kalau kekanan bisa ke Ledeng. Naah KEBUN STROBERI DI PINGGIR JALAN (sebelah kanan jika dari lembang ke Bdg). Langsung berhenti parkir, ada kios2 souvvenir, jajanan dan bibit stroberi yg di jual. Di dalamnya ada mainan anak2, track motor2an dan flying fox. Tapi sayang stroberinya sudah habis. Agak kecewa juga sih. Kalo weekend-minggu lagi jam 4-an sore kayak begini udah ludes pak, kata penjaganya. Di Kebun tsb aturannya boleh petik sendiri jangan di makan sebelum di timbang dan tentunya dibayar dulu ya.
Ternyata semangat anak-anak dan tantenya belum mereka ... CARI LAGIIII !. Dari kebun tsb, kita langsung belok kanan yg nantinya tembus ke Ledeng. Clingak ... clinguk ... "aaah The Peak tuh bang" kata adik saya. "NAAAAAHHH .... itu...tu RUMAH STROBERIIIII ! padahal yang kita lihat baru papan petunjuknya doang udah girang kayak gitu. Jalannya berkelok-kelok. Papan petunjuknya cukup jelas diikuti. Masuk jalan ke kiri lebih mengeceil sesuai petunjuk (bener gak nih sempet ke pikiran). Akhirnya, Rumah Stroberi <-- 50 m... horeee!.

Parkirnya cukup luas, ada bis rombongan sedang parkir juga. Seberang parkir kios jualan tanaman dan bunga. Kita langsung menuju rumah/kantornya. Di seberang kantor terdapat kebun-kebun stroberi per blok-blok dgn 1 pintu masuk setiap 1 kebun. Ibarat 'kebelet' , semangatnya dah memuncak kita langsung daftar. "Nanti dulu ya adik-adik" kata penjaganya. "Alatnya masih dipakai semua oleh rombongan". Oooo pakai alat tohh. "Gak usah pake alat, langsung petik aja mbaaaaak", pinta kami gak sabar. Setelah menunggu kami ber-8 dapat 2 gunting dan 2 keranjang kecil. Karena weekend dan stroberinya terbatas, hanya boleh petik 10 buah/keranjang (yaaaaah dikit amaaaat tapi apa boleh buat daripada gak jadi). Sesi petik didampingi petugas yg memberi tau mana yg baik yg harus dipetik. Serunya kita di tengah2 kebun stroberi, teduh (beratap), sejuk dan rally cari2 stroberi matang trus teriak " nih..nih...bagus nih!" he he he dasar kampungan :-). Tim pencari yang tua-tua sedang kan pemetik menjadi hak prerogatif anak-anak. Foto-foto dan sempet di record aktifitas di sana. Habis petik2, stroberi dicuci dan dipacking buat dibawa pulang + dapat 2 jus stroberi. Disana juga tersedia makanan -minuman dari stroberi dan beberapa souvenir. Tips & Info :
- Sebaiknya datang lebih pagi
- Saat weekend bayar Rp 16.000 untuk petik 10 buah + 1 gelas jus 3. 1 gelas jus saja Rp 10.000
- Lokasi dekat "kampung daun" cafe
- Pergi jangan sendiri .... ngapain lagi sendirian
- Dipinggir jalan sekitar lokasi banyak sekali penjual tanaman & bunga hias seperti surga buat pecinta tanaman hias.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar