Kamis, 07 Februari 2008

Cilember Air Terjun


Berniat memberi alternatif jalan2 buat anak, yang sudah mulai sedikit2 pengen ke mal, kami sepakat ber-wisata alam untuk jalan2 weekend di bulan Peb’08 ini. Dan yang kami pilih kali ini adalah Air Terjun Cilember – Puncak.

Lokasinya adalah di daerah puncak beberapa kilometer setelah Mega Mendung katanya sih kalau dari jakarta sekitar 70-an km. Sekitar 15-an Km dari pintu tol Gadog (Jagorawi) arah puncak. Setelah Hotel Lembah Nyiur di sebelah kanan , kita belok kiri. Disitu tertera papan Wisma Loka Wiratama serta Wanawisata Curug Cilember.
Un
tuk manual dengan kendaraan umum, kita tinggal cari angkot yang ke cisarua dari bogor / ciawi dan turun di HANKAM. Terus naik ojek ke atas untuk ke lokasi kira2 Rp 10.000-an.

Dari jalan masuk +- 3 km sampai lokasi di Desa Jogjogan. Jalan masuk berkelok2 melewati pemukiman warga yang sesekali mobil harus minggir banget bahkan mundur saat berpapasan dgn kendaraan berlawanan arah. Selepas pemukiman warga kita akan melewati tanjakan yang terjal & cukup panjang, yg mengharuskan kita berhati-hati & bersiap melewatinya. Lokasi Curug Cilember Desa Jogjogan berada di ketinggian ± 800 mdpl.

Kalau dengan bis, biasanya penumpangnya harus turun atau minimal dikurangi agar dapat melewati tanjakan tersebut. Oh ya harap hati2 juga dengan sepeda motor ojek yang cukup ngebut di jalur tersebut.

Saat masuk dari gerbang/bayar tiket sekitar Rp 5000-an ke dalam kondisi jalan setapaknya adalah mendaki yg cukup melelahkan. Apalagi untuk yang para orang tua & berusia lanjut karena biasanya tidak sadar ingin cepat naik tanpa pemanasan dulu tentunya akan sangat cepar lelah. Saat mulai naik sangat dianjurkan untuk berjalan santai sambil menikmati taman yg ada sekaligus mengatur nafas dan kaki agar cepat beradaptasi.

Kami sengaja bawa makanan dan makan di bawah pohon rindang disekitar Taman Kupu-Kupu. Panorama lembah dgn hamparan bunga, rumput dan taman yg asri. Di belakang Taman Kupu-Kupu adalah area camping ground dan flying fox menuju air terjun dan villa perhutani.

Setelah makan siang kami mulai berjalan menuju air terjun ke 7 yg paling bawah dan mudah dicapai. Dengan berjalan santai, mata menikmati pemandangan hutan pinus yang segar. 2 Balita umur 3,5 dan 4,5 thn ditambah nenek-nenek mereka serta 4 orang dewasa beriringan di jalan setapak yang cukup menanjak. Total waktu dari Taman Kupu-Kupu sekitar 15~20 menit.

Di Air Terjun, walaupun cukup ramai, anak-anak sangat antusias dan enjoy. Begitu pula nenek-nenek mereka tak ketinggalan berfoto serta menikmati pemandangan. Di seberang air terjun terdapat beberapa Villa yang cukup bahkan untuk 20-an orang. Khususnya Villa yang paling atas yang juga bertingkat, ketinggian dan arahnya tepat menghadap air terjun.

Fasilitas :
Jembatan gantung, Taman Kupu-Kupu, Taman air, Taman anggrek, Camping ground dalam hutan Lindung
Mushall + MCK di dalam hutan pinus, Villa dalam hutan lindung,
Flying fox, Warung makan dan souvenir
Dan tentunya track ke air terjun dan Air Terjunnya.

Tips :

  • Berhati-hati saat kendaraan menaiki dan menuruni tanjakan terjal.
  • Makan yang cukup sebelum beraktivitas ke Air Terjun, khususnya anak-anak dan orang tua.
  • Bawa Tikar atau sewa jika ingin makan di dekat Taman Kupu-Kupu.
  • Bawa minuman yg cukup atau hangat bila memungkinkan saat di Air Terjun
  • Booking jauh hari bila ingin menginap di Villa hutan tsb yang menghadap langsung ke Air terjun (7)
  • Bila saat pulang dan ingin langsung ke arah Cisarua melewati jalan ke kiri setelah turunan terjal, harap waspada dengan si ogah (khusunya anak-anak) saat ngatur jalan sempit yang biasa minta lebih dan kadang merusak cat mobil bila tidak diberi. Semuanya mau ngatur dan semuanya minta uang.
  • foto lebih lengkap silahkan ke http://smulya.multiply.com

Sesuai pengalaman, para orang tua agar mempersiapkan rayuan jitu kepada anak-anaknya karena setelah melihat air terjun yg cukup menarik itu dan main2 airnya..... mereka nggak mau pulang !.

0 komentar: