Rabu, 25 Februari 2009

Prang Lima Prang

Maksud hati mencari lagu "prang lima prang" siapa sangka menemukan cerita seperti ini :

" ....Hari ini lagu Seulanga mesti cepat-cepat diganti. Kalau tidak, akan memengaruhi seluruh atmosfir kegiatan hari ini. Dengan cepat lagu pengobar semangat, masih dari Aceh, mendominasi ruangan, membakar semangat, serta mengobarkan kekekuatan.....
....
Untuk itu, hari ini yang mesti terus-menerus diputar adalah tembang ini. Tidak bisa tidak. Lagu ini memicu adrenalin. Membakar semangat serta mengobarkan kekuatan. Ya, aku mesti siap perang! Begitu banyak agenda yang harus dihadapi, dilakukan, serta diselesaikan dengan semangat gembira. Paling tidak, dengan semangat, kita pun dapat menularkan semangat itu pada orang lain. Minimal pada orang-orang sekitar kita. Para orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Ayoh maju!!! Setiap hari adalah hari baru! Setiap hari adalah hari istimewa! ...."

Weleh apa pula ini?

Anak saya yang pertama Alifia Taffa Airimbani sebulan ini dipenuhi dengan gayanya mempertontonkan tarian yang dipelajari di sekolahnya. Sambil bernyanyi dengan bait yang gak jelas setiap hari saya pulang selalu dia peragakan.

"...prang lima prang je prang lima prang .... ka to ga wo ..." katanya bersenandung.

" Kak lagu apa itu?"." .. lagu Aceh 'yah". "Artinya apa?" ... "gak tau...." jawabnya.

Saking seringnya, akhirnya Taffa saya kasih PR. "Kak besok tanya Bu Guru. prang lima prang apa artinya bu?, gitu ya" kata saya.
Sampai seminggu dia belum berani tanya. "Yah Bu Gurunya juga gak tau kali ..." begitu dia menghindar. Bisa aja tuh Taffa.

Malah saya yang tambah penasaran. Lagu Aceh apa sih?. Oh mungkin prang / tepuk lima kali barangkali. Seperti lagu anak2, pikir saya. Kemudian saat ada waktu sebelum pulang kerja, saya googling "prang lima prang". Dapetnya : Lima Tahun Perang Irak, Palembang dalam wisata, dll yg gak ada hubungannya. Terus cari lagi utak atik prang lima prang + aceh + lagu. Akhirnya nemu titik terang di beberapa blog.

olala..."onde mande" ternyata bukan lagu biasa dan ecek-ecek pemirsa. Coba saja lihat salah satu judul ulasannya : Kidung Perlawanan Kaum Teraniaya di www.sinarharapan.co.id/berita/0311/08/nas08.html. Dan ternyata judul lagunya pun bukan "prang lima prang" seperti yang Taffa ucapkan tapiiii PANGLIMA PRANG! wuiiiih gagah sekali......

Masalah irama jangan tanya.... woow menghentak dan bersemangat.
Pantas saja di danielmahendra.com, si penulis begitu energik menuliskannya ......
"...Hari ini lagu Seulanga mesti cepat-cepat diganti. Kalau tidak, akan memengaruhi seluruh atmosfir kegiatan hari ini. Dengan cepat lagu Panglima Prang, masih dari Aceh, mendominasi ruangan, membakar semangat, serta mengobarkan kekekuatan....."

Belum lagi kiprah komunitas "Nyawong" & kisah perjalanannya. Coba baca "Dendang Nyawong Untuk Tanah Rencong di Aceh Feature. Kemudian Kidung Perlawanan Kaum Teraniaya. Lalu kisah lain tentang perjuangan Rakyat Aceh terhadap penindasan yang mereka rasakan dan seterusnya.

Aaah jadi tambah wawasan saya tentang lagu daerah ini ... PANGLIMA PRANG

..... panglima prang deuh panglima prang katroh geuwo

ngon raja nanggroe ngon raja nanggroe hate lam suka

kru seumangat meukru seumangat seuot judo dro

cutbang ka neuwo cutbang ka neuwo seunang ka neuba

Alhamdulillah alhamdulillah Tuhan lon pujo

beudoh cut putro beedoh cut putro seumah kakanda ....



Wassalam,

Tidak ada komentar: